Tim Gabungan dan Prajurit Yonko 466 Pasgat Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Parit Seruat Kubu Raya

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUBU RAYA, Garudapost.id Kalbar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Parit Seruat, Desa Limbung dan Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat hingga kini masih terus berlangsung. Tim gabungan dari berbagai unsur kedaruratan, termasuk pasukan khusus TNI Angkatan Udara, disiagakan penuh di lapangan guna melokalisir perambatan api agar tidak meluas ke pemukiman warga dan fasilitas umum.

Kondisi cuaca musim kemarau yang kering disertai tiupan angin kencang membuat bara api di dalam lapisan tanah gambut yang dalam sangat rentan kembali berkobar. Berdasarkan pantauan terakhir di lapangan, titik api sempat mendekati kawasan pemukiman warga dan kompleks sekolah, sehingga operasi penanganan darat kini diintensifkan secara maraton baik siang maupun malam hari.

Guna mempercepat penanggulangan di area vegetasi yang mengering tersebut, sejumlah prajurit dari Batalyon Komando 466 Pasukan Gerak Cepat (Yonko 466 Pasgat) diterjunkan langsung ke titik kritis. Di lokasi kejadian, para prajurit elite ini dibagi ke dalam beberapa tugas taktis, mulai dari mengoperasikan nosel untuk mengarahkan semburan air langsung ke pusat api di balik semak belukar, hingga menarik selang pemadam jauh ke dalam lahan gambut serta memastikan manajemen distribusi air dari mobil pemadam tetap stabil.

Komandan Tim Pemadaman Yonko 466 Pasgat, Lettu Pas Periyanto menegaskan bahwa seluruh personel berkomitmen penuh melakukan penanganan hingga tuntas.

“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan. Fokus utama kami adalah memastikan api benar-benar padam, mencegah munculnya titik api baru, serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap,” tegas Lettu Pas Periyanto.

Meskipun pengerahan personel sudah maksimal, petugas di lapangan tetap menghadapi tantangan berat akibat karakteristik lahan gambut yang terbakar dalam. Beberapa kendala utama meliputi krisis sumber air akibat mengeringnya parit-parit di sekitar lokasi, kelelahan fisik personel yang telah beroperasi selama berhari-hari di bawah cuaca terik, serta akses medan yang sulit dijangkau.

Operasi penanganan karhutla ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor di Kalimantan Barat. Personel Yonko 466 Pasgat bahu-membahu bersama BPBD Kabupaten Kubu Raya, TNI AD (Babinsa & Yon TP 882/HB), Polri (Polsek Sungai Raya & Ditsamapta Polda Kalbar), Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Dukungan teknis pasokan air juga terus dipasok oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I demi membasahi area gambut yang masih mengeluarkan asap pekat.

Otoritas setempat terus mengimbau warga di sekitar Kecamatan Sungai Raya untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan pernapasan. Pihak kepolisian juga menegaskan akan melakukan penyelidikan ketat terhadap indikasi adanya unsur kesengajaan dalam pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Facebook Comments Box

Penulis : Zaldi Aswan

Sumber Berita: Yon Prako 466

Berita Terkait

Ketua DPR di Singkawang Diduga Kontradiksi: Serukan Semua Tambang Galian C Ilegal, Padahal Miliki Tambang Sendiri
DPD Golkar Singkawang Salurkan Bantuan Sembako untuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekota Singkawang
Pemeriksaan Setempat Perkara No. 21/Pdt.G/2026/PN Sbs Ungkap Kontradiksi Dokumen dan Fakta Lapangan, Diduga Error In Objecto dan Tumpang Tindih Lahan
Kabut Asap Semakin Memburuk di Singkawang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Sinergi Baznas, BPM Singkawang dan Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang untuk Relawan MPA
Kolaborasi Hijau di Karimunting, PT GCL Indo Tenaga Tata Pesisir Hadapi Ancaman Abrasi
Barisan Pemuda Melayu Singkawang Salurkan Bantuan untuk Petugas Pemadam Kebakaran Lahan
Kabut Asap Selimuti Singkawang, Polres Gelar Sholat Istisqo Memohon Turunnya Hujan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:30

Ketua DPR di Singkawang Diduga Kontradiksi: Serukan Semua Tambang Galian C Ilegal, Padahal Miliki Tambang Sendiri

Jumat, 18 September 2026 - 16:32

DPD Golkar Singkawang Salurkan Bantuan Sembako untuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekota Singkawang

Jumat, 18 September 2026 - 16:25

Pemeriksaan Setempat Perkara No. 21/Pdt.G/2026/PN Sbs Ungkap Kontradiksi Dokumen dan Fakta Lapangan, Diduga Error In Objecto dan Tumpang Tindih Lahan

Minggu, 6 September 2026 - 21:17

Kabut Asap Semakin Memburuk di Singkawang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Sabtu, 5 September 2026 - 00:47

Sinergi Baznas, BPM Singkawang dan Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang untuk Relawan MPA

Berita Terbaru