Kondisi Wesley Masih Kritis: Tengkorak Pecah, Kaki Lumpuh, Belum Ada Jaminan Sembuh Total

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGKAWANG, Garudapost.id Kalbar – Kasus penganiayaan sadis terhadap Wesley (12), siswa SMP Negeri 2 Singkawang yang dipukul kepalanya dengan palu oleh teman sebayanya, masih menjadi sorotan publik. Hingga hari ini, kondisi bocah malang itu masih sangat memprihatinkan dan terus menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Aziz Singkawang (22/05/2026).

Menurut kesaksian ibu korban, Chinusha (38), kejadian yang terjadi di Jalan KS Tubun pekan lalu ternyata telah direncanakan dengan matang. Sebelum melakukan serangan, pelaku terlihat memantau situasi dan bahkan menyuruh teman-teman Wesley pergi ke warung agar tidak ada saksi.

Korban Penganiayaan Oleh Teman Sendiri Menggunakan Palu

Setelah situasi sepi, pelaku langsung melayangkan pukulan palu tepat ke arah kepala Wesley. Akibat hantaman keras itu, Wesley langsung kejang-kejang dan terkapar bersimbah darah di lokasi kejadian.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Wesley mengalami kerusakan yang sangat serius. Tengkorak kepalanya pecah dan terjadi trauma saraf yang membuat salah satu kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali.

“Sekarang salah satu kakinya sudah tidak bisa digerakkan. Ternyata dampaknya sampai ke saraf di bagian kaki karena luka di kepala itu sangat parah,” ucap Chinusha dengan suara lirih saat ditemui di rumah sakit, Jumat (22/5).

Kepala Korban Saat Sedang di Tangani Dokter

Tim medis menyebutkan bahwa Wesley memerlukan penanganan jangka panjang, termasuk operasi lanjutan untuk pemasangan tempurung kepala dan terapi rutin. Namun hingga saat ini, dokter belum bisa memberikan jaminan apakah Wesley bisa sembuh sempurna atau akan mengalami cacat permanen.

Selain penderitaan fisik yang dialami Wesley, keluarga juga harus menghadapi beban ekonomi yang berat. Biaya perawatan dan operasi yang tidak sedikit menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang berharap putranya bisa pulih kembali.

Wesley yang dikenal sebagai anak pendiam dan baik hati kini harus berjuang keras melawan rasa sakit dan ketidakpastian masa depannya, sementara pelaku yang masih di bawah umur masih dalam proses penyidikan oleh pihak berwajib.

Facebook Comments Box

Penulis : Zaldi Aswan

Sumber Berita: Nuansa Kalbar

Berita Terkait

Ketua DPR di Singkawang Diduga Kontradiksi: Serukan Semua Tambang Galian C Ilegal, Padahal Miliki Tambang Sendiri
DPD Golkar Singkawang Salurkan Bantuan Sembako untuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekota Singkawang
Pemeriksaan Setempat Perkara No. 21/Pdt.G/2026/PN Sbs Ungkap Kontradiksi Dokumen dan Fakta Lapangan, Diduga Error In Objecto dan Tumpang Tindih Lahan
Kabut Asap Semakin Memburuk di Singkawang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Sinergi Baznas, BPM Singkawang dan Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang untuk Relawan MPA
Kolaborasi Hijau di Karimunting, PT GCL Indo Tenaga Tata Pesisir Hadapi Ancaman Abrasi
Barisan Pemuda Melayu Singkawang Salurkan Bantuan untuk Petugas Pemadam Kebakaran Lahan
Kabut Asap Selimuti Singkawang, Polres Gelar Sholat Istisqo Memohon Turunnya Hujan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:30

Ketua DPR di Singkawang Diduga Kontradiksi: Serukan Semua Tambang Galian C Ilegal, Padahal Miliki Tambang Sendiri

Jumat, 18 September 2026 - 16:32

DPD Golkar Singkawang Salurkan Bantuan Sembako untuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekota Singkawang

Jumat, 18 September 2026 - 16:25

Pemeriksaan Setempat Perkara No. 21/Pdt.G/2026/PN Sbs Ungkap Kontradiksi Dokumen dan Fakta Lapangan, Diduga Error In Objecto dan Tumpang Tindih Lahan

Minggu, 6 September 2026 - 21:17

Kabut Asap Semakin Memburuk di Singkawang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Sabtu, 5 September 2026 - 00:47

Sinergi Baznas, BPM Singkawang dan Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang untuk Relawan MPA

Berita Terbaru