Kasus Dedeh dan Panglima Pajaji: Sepakat Damai di Atas Kertas, Namun Masih Berlanjut ke Jalur Hukum

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINTANG, Garudapost.id Kalbar – Kasus perselisihan antara Fathurruzi alias Dedeh dan tokoh adat Dayak Agustinus Luki alias Panglima Pajaji di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan publik usai adanya perkembangan terbaru (22 Mei 2026)

Konflik ini mencuat setelah viralnya video yang menunjukkan Dedeh menoyor kepala Panglima Pajaji di sebuah tempat makan. Video tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu ketegangan di masyarakat. Perselisihan ini diketahui berlangsung lama dan dianggap sebagai masalah pribadi antara kedua belah pihak, tidak terkait dengan aksi damai terkait sengketa lahan yang pernah terjadi sebelumnya.

Pada Senin, 18 Mei 2026, Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo bersama Forkopimda Kabupaten Sintang mempertemukan kedua pihak di kantor Polres Sintang untuk melakukan mediasi. Dalam pertemuan tersebut, setelah diskusi yang alot, keduanya sepakat untuk mengakhiri perselisihan dan tidak memperpanjang masalah tersebut. Kesepakatan ini kemudian dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai komitmen untuk menjaga situasi aman dan kondusif.

Namun, perkembangan mengejutkan terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026. Panglima Pajaji melalui pernyataan yang direkam menyatakan menolak status damai yang telah disepakati sebelumnya. Ia mengaku bahwa penandatanganan surat pernyataan tersebut dilakukan di bawah tekanan dari unsur Forkopimda, sehingga tidak dapat diterimanya.

Panglima Pajaji juga menegaskan akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Ia menyatakan merasa dirugikan dengan kejadian yang terjadi, termasuk dugaan tindakan persekusi, intimidasi, penghinaan, pencemaran nama baik, tekanan psikis, hingga penyebaran informasi yang tidak benar melalui media sosial dan grup WhatsApp.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dedeh terkait penolakan perdamaian yang dilakukan oleh Panglima Pajaji. Kasus ini masih dalam proses dan akan terus dipantau perkembangannya oleh masyarakat dan pihak berwenang.

Facebook Comments Box

Penulis : Zaldi Aswan

Berita Terkait

Ketua DPR di Singkawang Diduga Kontradiksi: Serukan Semua Tambang Galian C Ilegal, Padahal Miliki Tambang Sendiri
DPD Golkar Singkawang Salurkan Bantuan Sembako untuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekota Singkawang
Pemeriksaan Setempat Perkara No. 21/Pdt.G/2026/PN Sbs Ungkap Kontradiksi Dokumen dan Fakta Lapangan, Diduga Error In Objecto dan Tumpang Tindih Lahan
Kabut Asap Semakin Memburuk di Singkawang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Sinergi Baznas, BPM Singkawang dan Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang untuk Relawan MPA
Kolaborasi Hijau di Karimunting, PT GCL Indo Tenaga Tata Pesisir Hadapi Ancaman Abrasi
Barisan Pemuda Melayu Singkawang Salurkan Bantuan untuk Petugas Pemadam Kebakaran Lahan
Kabut Asap Selimuti Singkawang, Polres Gelar Sholat Istisqo Memohon Turunnya Hujan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:30

Ketua DPR di Singkawang Diduga Kontradiksi: Serukan Semua Tambang Galian C Ilegal, Padahal Miliki Tambang Sendiri

Jumat, 18 September 2026 - 16:32

DPD Golkar Singkawang Salurkan Bantuan Sembako untuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekota Singkawang

Jumat, 18 September 2026 - 16:25

Pemeriksaan Setempat Perkara No. 21/Pdt.G/2026/PN Sbs Ungkap Kontradiksi Dokumen dan Fakta Lapangan, Diduga Error In Objecto dan Tumpang Tindih Lahan

Minggu, 6 September 2026 - 21:17

Kabut Asap Semakin Memburuk di Singkawang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Sabtu, 5 September 2026 - 00:47

Sinergi Baznas, BPM Singkawang dan Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang untuk Relawan MPA

Berita Terbaru