SINGKAWANG, Garudapost.id Kalbar – Jalanan pusat Kota Singkawang hari ini, Sabtu 22 Agustus 2026, berubah menjadi lautan warna dan riuh semangat kemerdekaan. Ribuan warga dan peserta dari berbagai elemen masyarakat berpartisipasi dalam Karnaval Rakyat Gotong Royong, kegiatan yang sepenuhnya digagas dan dilaksanakan atas inisiatif serta swadaya masyarakat, tanpa pendanaan dan dukungan resmi dari Pemerintah Kota Singkawang.
Karnaval dimulai pukul 13.00 WIB, berangkat dari Jalan R.A. Kartini (Lapangan Tarakan), bergerak menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kalimantan, Jalan Setia Budi, Jalan Sejahtera, Jalan Pangeran Diponegoro, dan berakhir di Mess Daerah, Jalan Merdeka, dengan rute sekitar 4,5 kilometer. Sebanyak 25 tim Drum Band dan Marching Band dari jenjang SMP hingga SMA se-Kota Singkawang, bersama paguyuban, sanggar seni, pelajar, dan masyarakat umum, turut memeriahkan parade bertema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”.

Kegiatan ini muncul sebagai respons atas keputusan Pemerintah Kota Singkawang yang tidak menyelenggarakan karnaval resmi dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menjelaskan tiga alasan utama peniadaan karnaval resmi: Pertama, efisiensi anggaran daerah, sebagai bagian dari upaya penataan dan penghematan belanja daerah serta perbaikan tata kelola pemerintahan kota. Kedua, kondisi cuaca dan kualitas udara, di mana kualitas udara yang kurang baik serta potensi kabut asap dinilai berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama mengingat karnaval melibatkan kerumunan massal di ruang terbuka. Ketiga, karnaval direncanakan digabungkan dengan peringatan HUT Kota Singkawang pada Oktober 2026, agar dapat diselenggarakan dalam kondisi yang lebih baik dan lebih meriah.
“Untuk tahun ini karnaval kita tiadakan. Ini bagian dari efisiensi anggaran yang harus kita lakukan. Namun, bukan berarti semangat memperingati HUT Kemerdekaan RI berkurang,” ungkap Wali Kota Tjhai Chui Mie.
Keputusan tersebut memicu beragam reaksi di tengah masyarakat. Sebagian warga memahami dan menghormati pertimbangan pemerintah, namun banyak pula yang merasa kecewa karena karnaval telah lama menjadi tradisi tahunan sekaligus identitas budaya Kota Singkawang. Oleh karena itu, masyarakat mengambil inisiatif sendiri untuk tetap menghadirkan kemeriahan peringatan kemerdekaan, murni berkat kekuatan gotong royong warga.
Ketua Komisi III DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, namun meminta pemerintah untuk menjelaskan alasan kebijakan secara terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan beragam persepsi di kalangan publik. Sementara itu, tokoh masyarakat Hasan Karman menilai karnaval mandiri yang digelar warga adalah sesuatu yang sangat positif, yang menunjukkan tingginya kekompakan dan semangat kebersamaan masyarakat Singkawang.
Karnaval Rakyat Gotong Royong hari ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan dan kebersamaan tidak bergantung pada dukungan birokrasi maupun anggaran resmi. Ketika pemerintah menahan langkah, rakyat melangkah bersama — dan kemeriahan tetap hadir, lahir dari kesadaran dan kerjasama sesama warga.
Penulis : Zaldi Aswan








