Kabut Asap Semakin Memburuk di Singkawang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGKAWANG, Garudapost.id Kalbar – Kondisi kualitas udara di Kota Singkawang terus memburuk secara mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir. Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menyelimuti hampir seluruh wilayah kota, menurunkan jarak pandang secara signifikan serta membawa risiko kesehatan yang serius bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang per awal September 2026, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah telah melampaui batas aman. Wilayah Singkawang Timur tercatat dengan ISPU mencapai 319, masuk dalam kategori Berbahaya. Sementara itu, wilayah Singkawang Tengah, Barat, dan Selatan mencatat ISPU 246 atau kategori Sangat Tidak Sehat, dan Singkawang Utara berada di angka 189 dengan kategori Tidak Sehat.

Konsentrasi partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam asap menjadi ancaman utama. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk hingga ke saluran pernapasan terdalam dan beralir dalam darah, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang maupun akut.

Kabut asap pekat ini dipicu oleh meluasnya titik api kebakaran hutan dan lahan, yang diperparah oleh musim kemarau kering serta tiupan angin yang membawa asap menyebar ke seluruh penjuru Kalimantan Barat. Kondisi ini berlangsung sejak akhir Agustus lalu dan hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang berarti.

Dampak buruk kabut asap mulai terasa nyata di tengah kehidupan masyarakat. Kegiatan belajar mengajar secara daring telah diperpanjang untuk seluruh jenjang pendidikan sejak 24 Agustus 2026. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Singkawang juga terpaksa dibatalkan karena jarak pandang tidak memenuhi syarat keselamatan. Warga pun mulai banyak melaporkan keluhan batuk, iritasi mata, tenggorokan kering, hingga sesak napas, dengan perkiraan kasus gangguan pernapasan terus meningkat.

Paparan asap yang mengandung partikel berbahaya dan zat racun dapat memicu gangguan pernapasan akut, peningkatan tekanan darah, hingga risiko serangan jantung. Kelompok paling rentan antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru lainnya.

Korwil, Kabiro, beserta Wartawan Garudapost.id Kalbar menghimbau kepada seluruh masyarakat yang beraktifitas di luar rumah, untuk selalu menggunakan masker agar tidak terpapar virus pada cuaca seperti saat ini.

Facebook Comments Box

Penulis : Zaldi Aswan

Berita Terkait

Ketua DPR di Singkawang Diduga Kontradiksi: Serukan Semua Tambang Galian C Ilegal, Padahal Miliki Tambang Sendiri
DPD Golkar Singkawang Salurkan Bantuan Sembako untuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekota Singkawang
Pemeriksaan Setempat Perkara No. 21/Pdt.G/2026/PN Sbs Ungkap Kontradiksi Dokumen dan Fakta Lapangan, Diduga Error In Objecto dan Tumpang Tindih Lahan
Sinergi Baznas, BPM Singkawang dan Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang untuk Relawan MPA
Kolaborasi Hijau di Karimunting, PT GCL Indo Tenaga Tata Pesisir Hadapi Ancaman Abrasi
Barisan Pemuda Melayu Singkawang Salurkan Bantuan untuk Petugas Pemadam Kebakaran Lahan
Kabut Asap Selimuti Singkawang, Polres Gelar Sholat Istisqo Memohon Turunnya Hujan
Merasa Tempat Usahanya Terhalangi Mobil Parkir, Pemilik Toko Proton Motor Melarang Mobil Parkir di Tokonya “Andi Syarif: Dugaan Klaim Sepihak Fasum”

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:30

Ketua DPR di Singkawang Diduga Kontradiksi: Serukan Semua Tambang Galian C Ilegal, Padahal Miliki Tambang Sendiri

Jumat, 18 September 2026 - 16:32

DPD Golkar Singkawang Salurkan Bantuan Sembako untuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekota Singkawang

Jumat, 18 September 2026 - 16:25

Pemeriksaan Setempat Perkara No. 21/Pdt.G/2026/PN Sbs Ungkap Kontradiksi Dokumen dan Fakta Lapangan, Diduga Error In Objecto dan Tumpang Tindih Lahan

Minggu, 6 September 2026 - 21:17

Kabut Asap Semakin Memburuk di Singkawang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Sabtu, 5 September 2026 - 00:47

Sinergi Baznas, BPM Singkawang dan Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang untuk Relawan MPA

Berita Terbaru