SINGKAWANG, Garudapost.id Kalbar – Kondisi kualitas udara di Kota Singkawang terus memburuk secara mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir. Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menyelimuti hampir seluruh wilayah kota, menurunkan jarak pandang secara signifikan serta membawa risiko kesehatan yang serius bagi seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang per awal September 2026, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah telah melampaui batas aman. Wilayah Singkawang Timur tercatat dengan ISPU mencapai 319, masuk dalam kategori Berbahaya. Sementara itu, wilayah Singkawang Tengah, Barat, dan Selatan mencatat ISPU 246 atau kategori Sangat Tidak Sehat, dan Singkawang Utara berada di angka 189 dengan kategori Tidak Sehat.
Konsentrasi partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam asap menjadi ancaman utama. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk hingga ke saluran pernapasan terdalam dan beralir dalam darah, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang maupun akut.
Kabut asap pekat ini dipicu oleh meluasnya titik api kebakaran hutan dan lahan, yang diperparah oleh musim kemarau kering serta tiupan angin yang membawa asap menyebar ke seluruh penjuru Kalimantan Barat. Kondisi ini berlangsung sejak akhir Agustus lalu dan hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang berarti.
Dampak buruk kabut asap mulai terasa nyata di tengah kehidupan masyarakat. Kegiatan belajar mengajar secara daring telah diperpanjang untuk seluruh jenjang pendidikan sejak 24 Agustus 2026. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Singkawang juga terpaksa dibatalkan karena jarak pandang tidak memenuhi syarat keselamatan. Warga pun mulai banyak melaporkan keluhan batuk, iritasi mata, tenggorokan kering, hingga sesak napas, dengan perkiraan kasus gangguan pernapasan terus meningkat.
Paparan asap yang mengandung partikel berbahaya dan zat racun dapat memicu gangguan pernapasan akut, peningkatan tekanan darah, hingga risiko serangan jantung. Kelompok paling rentan antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru lainnya.
Korwil, Kabiro, beserta Wartawan Garudapost.id Kalbar menghimbau kepada seluruh masyarakat yang beraktifitas di luar rumah, untuk selalu menggunakan masker agar tidak terpapar virus pada cuaca seperti saat ini.
Penulis : Zaldi Aswan








